Slide 1 Title Here
Replace these slide 1 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...
Slide 2 Title Here
Replace these slide 2 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...
Slide 3 Title Here
Replace these slide 3 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...
Sabtu, 05 November 2016
Judul :
PENGARUH PROSES PEMBASAHAN DAN PENGERINGAN PADA TANAH
EKSPANSIF YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR DAN ECO CURE
Link :
Pada bagian abstrak terdapat latar belakang, tujuan, metode
pengerjaan, hasil serta kesimpulan yang jelas. Dilatarbelakangi karena beberapa
kondisi jalan di daerah Indonesia masih berupa tanah asli yang didominasi oleh
tanah lempung dengan plastisitas dan kembang-susut yang tinggi. Pada kondisi
tanah tersebut, permukaan jalan sangat mudah berubah karena faktor air,
sehingga di musim hujan banyak ruas-ruas jalan yang rusak berat dan tidak dapat
dilewati kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan
mengetahui pengaruh siklus pembasahan dan pengeringan pada tanah ekspansif yang
distabilisasi oleh kapur dan eco cure. Kekuatan tekan diuji dengan unconfined
compression test dan daya dukung diuji dengan tes CBR laboratorium. Hasil
pemakaian kapur dan eco cure menghasilkan perbaikan sifat-sifat fisik dan
mekanik dari tanah asli. Namun dari hasil tersebut, diperlukan variasi
penambahan kapur dengan persentase yang berbeda atau perlu dipertimbangkan juga
pemakaian campuran semen-kapur apabila ditambahkan dengan eco cure.
Pada tahap perencanaan, pemilihan judul sudah sesuai dengan
latar belakang. Latar belakang tertera pada bagian abstrak. Perumusan masalah
pada jurnal ini adalah bagaimana perubahan nilai CBR dan kuat tekan pada contoh
tanah asli dan contoh tanah yang distabilisasi dengan kapur dan eco cure, serta
bagaimana pengaruh proses pembasahan dan pengeringan terhadap kuat tekan, kuat
geser dan perubahan volume contoh tanah asli dan contoh tanah yang
distabilisasi dengan kapur dan eco cure. Permasalahan dalam penelitian ini
dibatasi, yaitu penelitian dilakukan pada tanah asli jalan Bojonegoro -
Padangan km 133 + 500 yang distabilisasi dengan kapur 8% dan eco cure 1%, serta
pengujian kuat tekan menggunakan unconfined compression test dan nilai CBR
diperoleh dari pengujian CBR laboratorium. Tujuan dilakukannya penelitian ini
adalah untuk mengetahui perubahan nilai CBR dan kuat tekan pada contoh tanah
asli dan contoh tanah yang distabilisasi dengan kapur dan eco cure, serta
mempelajari perilaku pengaruh proses pembasahan dan pengeringan terhadap kuat
tekan, kuat geser dan perubahan volume contoh tanah asli dan contoh tanah yang
distabilisasi dengan kapur dan eco cure. Manfaat penelitian ini diharapkan
bahwa penggunaan bahan stabilisasi kapur dan eco cure mampu mengatasi
permasalahan yang terjadi pada pekerjaan jalan pada tanah asli dengan kondisi
plastisitas dan kembang-susut yang tinggi saat musim hujan dan musim kemarau.
Metode pengumpulan data tidak dijelaskan. Sistemtika penulisan sudah sesuai,
namun jadwal rencana kegiatan tidak dijelaskan.
Pada tahap pelaksaan, pengumpulan data yang digunakan
adalah metode observasi. Pengolahan data dijelaskan secara terperinci. Ada
beberapa bagian yang dianalisis, yaitu hasil pengujian sifat fisik tanah
lempung campuran, hasil pengujian pemadatan standar terhadap tanah lempung
campuran, perubahan nilai CBR akibat penambahan kapur dan eco cure, perubahan
nilai swelling akibat penambahan kapur dan eco cure, dan hasil pengujian benda
uji akibat siklus pembasahan dan pengeringan, Berdasarkan analisis yang
didapati, dapat disimpulkan bahwa penambahan kapur 8% dan eco cure 1%
menyebabkan perubahan kepadatan tanah akibat pemakaian berat volume kering yang
meningkat, serta meningkatnya daya dukung tanah, yaitu kuat tekan, kuat geser
dan nilai CBR.
Judul
:
PENGARUH
JARAK DAN PANJANG KOLOM DENGAN DIAMETER 5 cm PADA STABILITASI TANAH LEMPUNG
EKSPANSIF MENGGUNAKAN METODE DSM BERPOLA TRIANGULAR TERHADAP DAYA DUKUNG
TANAH
Link :
Pada abstrak jurnal ini, penulis sudah cukup menjelaskan
bagian-bagian yang sesuai dengan sistematika seharusnya pada penulisan abstrak.
Penulis mengungkapkan tujuan penulisannya yaitu untuk memperbaiki tanah lempung
ekspansif dengan menggunakan metode deep soil mixing berpola triangular dengan
diameter kolom 5 cm untuk meningkatkan daya dukung.
Pada tahap perencanaan, penulis menjelaskan latar belakang
yang sesuai dengan judul yang dipilih. Tujuan yang diungkapkan juga cukup
dijawab pada bagian kesimpulan dengan penjelasan yang cukup detail. Begitu juga
dengan metode yang dipakai, penulis menyajikannya dengan menggunakan diagram
yang cukup mempermudah pembaca untuk memahami alurnya.
Pada tahap pelaksanaan, jurnal ini menjelaskannya dengan
detail dari mulai klasifikasi, kriteria lempung ekspansif dan uji pembebanan.
Penulis meyajikannya juga dengan menggunakan tabel dan grafik yang cukup jelas
sehingga didapat kesimpulan bahwa semakin besar jarak antara kolom. semakin
kecil daya dukung yang dihasilkan tetapi penurunan semakin besar. Semakin besar
kedalaman kolom, maka daya dukung yang dihasilkan semakin besar tetapi
penurunan semakin kecil.
Judul :
KAJIAN KERUNTUHAN INDUSRTI PADA SAAT PROSESE KONTRUKSI
Link :
Pada bagian abstrak, penulis
sudah cukup detil menjelaskan mengenai latar belakang masalah penulisan jurnal
tersebut. Hanya saja penulis tidak mencantumkan tujuan dilakukannya penelitian
tersebut. Hal yang melatarbelakangi penulis melakukan penelitian tersebut
adalah keingintahuan penulis terhadap hal-hal yang mempengaruhi keruntuhan
bangunan pada saat konstruksi. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh
penulis, didapatkanlah hasil bahwa penyebab
keruntuhan bangunan adalah gaya angin yang ada pada saat konstruksi mengenai
struktur yang belum rampung sehingga struktur mengalami ketidakstabilan.
Hasil dan Pembahasan Penulis
membuat dua hipotesis yang memungkinkan menjadi penyebab runtuhnya bangunan
saat proses konstruksi. Hipotesis tersebut antara lain adalah beban berlebih
yang menyebabkan kekuatan struktur mencapai kondisi batas sehingga menimbulkan
fraktur/putus atau lendutan yang besar, atau ada beban aktual yang tidak
diperhitungkan dalam perencanaan.
Berdasarkan analisis dan
perhitungan ulang yang telah dilakukan ternyata tidak ada kesalahan perhitungan
dalam hal kuantitas bahan. Artinya, bahan yang digunakan di lapangan sudah
sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya. Hipotesis kedua
diterima, penyebab runtuhnya bangunan adalah karena ada beban aktual yang tidak
diperhitungkan atau terjadi salah perhitungan. Bangunan yang belum rampung
proses pembangunannya itu mendapatkan beban angin berlebih sehingga struktur
tidak dapat menahan beban angin dan terjadilah keruntuhan pada struktur
tersebut.
Pada bagian kesimpulan, penulis
kurang membahas lebih lanjut mengenai penyebab keruntuhan sehingga penjelasan
yang ada lebih kepada penjelasan-penjelasan umum mengenai sifat baja. Penulis
hanya menjelaskan bahwa penyebab keruntuhan adalah karena adanya beban angin
yang besar pada saat pembangunan sedang berjalan.
Senin, 29 Juni 2015
Pendapat Saya Tentang IBD
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10314190
Kesan dan Pesan
Mempelajari Ilmu Budaya Dasar
Kesan dan
pesan dari saya selama saya belajar Ilmu Budaya Dasar adalah saya dapat
mengerti apa itu budaya sesungguhnya. Dan ilmu budaya dasar ada banyak
hubungannya seperti ilmu budaya berhubungan dengan kehidupan sehari hari dan
ilmu budaya dasar berhubungan dengan prosa. Dan saya juga bisa mengerti tentang
manusia juga, ada banyak hubungan manusia sperti dengan
pemujaan,keindahan,penderitaan,keadilan dan pandangan hidup.
Saya juga
bisa mengerti makna yang terkandung dari ilmu budaya dasar selama saya
mempelajarinya saya jadi mengerti makna dari kehidupan manusia kita juga harus
bisa menghargai hidup yang diberikan Allah SWT. Dan kita juga harus bisa
bersikap adil antar manusia dan harus menghargai manusia serta harus
menghormati antar manusia. Kita juga harus memiliki pemujaan atau bisa dibilang
agama kita masing-masing.
Pesan yang
dapat saya sampaikan selama saya belajar ilmu budaya dasar adalah saya
berterimakasih kepada ibu dosen yang telah memberi saya banyak ilmu tentang
budaya dasar. Saya tidak akan melupakan nilai-nilai yang ada di ilmu budaya
dasar dan saya akan menerapkan di dalam kehidupan sehari- hari saya.
Senin, 22 Juni 2015
MANUSIA DAN HARAPAN
Ade Prayogy Wicaksono
10314190 / 1TA04
Tugas Ilmu Budaya Dasar
BERHARAP TAPI JANGAN LUPA BERUSAHA
secara kharfiah Harapan berasal
dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi
atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan
sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan
harapan agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri
sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada ALLAH SWT. Tentu
setiap manusia memiliki harapan di dalam menjalani kehidupan, karena saya
seorang mahasiswa, maka saya akan mengambil contoh ; saya berharap mendapat
nilai yang bagus di dalam semua mata kuliah yang saya ambil, itu harapan saya
dalam jangka waktu pendek. Tapi jika dirunut lebih dalam, pastinya saya
berharap menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan Negara, kelak (harapan
jangka panjang). Dan harapan saya adalah membahagiakan orang tua dan keluarga
saya serta membuat mereka bangga.
Tapi Harapan menurut saya adalah
apa yang kita inginkan di masa depan. Tapi biasanya harapan dengan realita yang
terjadi sangatlah berbeda. Disinilah manusia harus bersabar dengan takdir tuhan
yang ada. Harpan dan cita2 hampir sama karena keduanya untuk masa depan.Kepercayaan
terhadap sesuatu mungkin dapat mewujudkan harapan kita. Contoh kita yakin dapat
nilai A, sudah berusaha keras, tahunya dapat B, berarti harus lebih keras lagi
usahanya. Jangan lupa untuk berdoa kepada tuhan, agar lebih yakin terhadap
harapan kita.Tetapi jangan putus asa jika realita tidak sama dengan harapan
kita. Karena gak semua berjalan seperti yang kita mau. Belajarlah untuk ikhlas
menerima takdir yang Tuhan berikan.
Manusia dan Harapan
Harapan itu bersifat manusiawi
dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk
mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal – hal sebagai berikut:
a. harapan apa yang baik
b. bagaimana mencapai harapan itu
c. bagaimana bila harapan itu
tidak tercapai.
Jika manusia mengingat bahwa
kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah
selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia.
Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat
dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita
harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
Senin, 15 Juni 2015
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10319140
Manusia
dan Pandangan Hidup
Pandangan hidup adalah bagaimana
cara setiap orang melihat tujuan hidupnya sendiri, pilihan-pilihan penting apa
yang akan ia ambil untuk melakukan langkah-langkah dalam hidupnya. Pandangan
hidup inilah yang kemudian akan menentukan masa depannya. pandangan hidup tidak
timbul dalam sekejap atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui
proses yang lama dan berkelanjutan, sehingga didapat hasil pemikiran yang
matang. Hasil pemikiran itu harus dapat diterima oleh akal, sehingga diakui
kebenarannya. Atas dasar itulah manusia menggunakan hasil pemikiran itu sebagai
pegangan, pedoman, untuk arah dalam pengambilan langkah yang disebut
pandangan hidup.
Ada beberapa cara yang dipakai orang dalamt menentukan pandangan hidup, yaitu
pandangan hidup yang bersumber dari pemikiran religius, ada pula yang
menggunakan cara menentukan pandangan hidup sesuai dengan budaya dan ideologi
yang berkembang di daerah tersebut. Pengalaman hidup seseorang juga sangat
berpengaruh dalam menentukan pandangan hidupnya. Namun tidak sedikit juga
orang yang menentukan langkah hidup dengan alasan yang salah, ini dapat
disebabkan karena orang tersewbut mungkin pernah mendapatkan pengalaman buruk
dalam hidupnya, sehingga dalam beberapa kesempatan dia dapat mngambil keputusan
yang salah untuk hidupnya.
Dibutuhkan kematangan pemikiran yang siap untuk mengambi keputusan untuk
bertindak. Orang dapat saja menentukan pandangan hidupnya sendiri, namun jangan
sampai tidak melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan yang dilakukan
agar pandangan dan pilihan hidup yang diambil benar-benar tepat, atau paling
tidak, tidak menyebabkan penyesalan dan kekecewaan bgi dirinya sendiri ataupun
keluarganya.
Senin, 25 Mei 2015
MANUSIA DAN KEADILAN DISTRIBUTIF
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10314190
Manusia dan Keadilan : Keadilan Distributif
Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan
manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem
yang terlalu banyak dak terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua
orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran
yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau
hasil yang sama. Kalau tidak sama,maka masing-masing orang akan menerima bagian
yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti
ketidak-adilan.
Keadilan oleh
Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang
yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates
memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan
tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan
tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah? Sebab pemerintah
adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat
bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila
raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini
terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat
yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang
seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan
menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah
keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang
memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Salah satu jenis keadilan adalah Keadilan Distributif.
KEADILAN DISTRIBUTIF
Ariestoteles berpendapat bahwa keadilan akan
terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang
tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu
diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai
dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp 100.000 maka Budi harus
menerima Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal
tersebut tidak adil.
Daftar Pustaka :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji(1996).MKDU Ilmu Budaya Dasar.Jakarta:Gunadarma
Senin, 11 Mei 2015
MANUSIA dan PENDERITAAN
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04/10314190
Pengertian Manusia dan Penderitaan
Manusia : adalah makhluk ciptaan allah swt yang paling
sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan
pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan
perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang
baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri.
Penderitaan : berasal dari kata derita. Kata derita berasal
dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat
berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk
realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang
berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya
intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai
langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus
penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai
dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia
tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya,
sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si
penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
Penyebab Munculnya Penderitaan
Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul disebabkan
hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama
manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak
harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan
dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan
pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya,
hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling
menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan
saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah
penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang
yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah
terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada
rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak
harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang
sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena
kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat
lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena
bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan
batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta
benda bahkan keluarga mereka.
Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau
siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha
manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan
semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan
berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah
oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak
dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia
memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar
doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru
besar Universitas di Kairo, Mesir.
Hubungan Manusia dan Penderitaan
Allah adalah Maha Pencipta segala sesuatu yang ada di alam
semesta ini. Beliaulah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini.
Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan
tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat
dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan
dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh
air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila
tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di
penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan
untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada
penderitaan kekal di akhirat.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari
penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami
rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya
memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun
sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan
membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Senin, 04 Mei 2015
Manusia dan Keindahan
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10314190
1TA04
10314190
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling
sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan
pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan
perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang
baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri
Keindahan
adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak
indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu
dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau
kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral,
mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan tuhan, dan
banyak lagi lainnya.
Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa
sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony)
serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai
hukum keindahan.
Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga
kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam
berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang
nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan
mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia
sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan
peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan,
bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati
keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan
kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama
yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak
mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan
Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran
disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni.
Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang
diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai
pengalaman keindahan. Pengalaman
keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory)
walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu
ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang.
Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran.
Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada
keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya
tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang
yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu
dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan
suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah
diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang
menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang
saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas
baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan
Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh
motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa
pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai
kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai
keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari
segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara
kodrati.
Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan,
yaitu sebagai berikut:
1) Tata nilai
yang telah usang
2) Kemerosotan
Zaman
3) Penderitaan
Manusia
4) Keagungan
Tuhan