Slide 1 Title Here
Replace these slide 1 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...
Slide 2 Title Here
Replace these slide 2 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...
Slide 3 Title Here
Replace these slide 3 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...
Senin, 13 April 2015
NAMA : Ade Prayogy Wicaksono
KELAS : 1TA04
NPM :10314190
3 Unsur cinta kasih menurut Sarwono.
Pengertian
cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono dalam majalah Sarinah dengan artikel yang berjudul Segitiga Cinta. Dikatakannya cinta ideal
memiliki tiga unsur, yaitu :
A. Keterikatan
B. Keintiman
C. Kemesraan
Keterikatan adalah adanya perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang
lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati, atau ada uang
sedikit beli oleh-oleh hanya untuk dia.
Keintiman
adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan
bahwaantara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga
panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan
sekedar memanggil nama atau sebutan, seperti sayang. Makan-minum dari satu
piring cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa
rasa berutang, tidak saling menyimpan rahassia, dan lain-lainnya.
Kemesraan
adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh
atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,
saling mencium, merangkul, dan sebagainya.
Kesimpulan
yang dapat saya ambil adalah setiap unsur pasti kita semua memlikinya didalam
jiwa diri masing-masing, tergantung kita akan menerapkan unsur yang mana yang
akan kita pakai di dalam diri kita. Ada yang menerapkan unsur keteraitannya
sangat kuat, tetapi keintimannya kurang, cint seperti itu mengandung kesetiaan
yang amat kuat dan tingkat kecemburuannya sangat besar, serta dirasakan oleh
pasangannya dingin atau hambar karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan
dari kemesraan atau keintiman. Dan ada juga yang menerapkan unsur-unsur yang
lain dalam jiwanya masing-masing. Setiap unsur sama baiknya dan sama
kebutuhannya, tergantung kita sendiri yang menjalankannya didalam kisah cinta
kita.Kemudian kita harus bisa menyeimbangi ketiga unsur itu serta mana yang
harus kita lakukan terlebih dahulu.
Sumber: Widyosiswoyo, Supartono.
2005 : Ilmu Budaya Dasar. Bogor : Ghalia Indonesia
Senin, 06 April 2015
IBD yang Berhubungan dengan prosa
Ade Prayogy W
1TA04
Ilmu Budaya Dasar
1TA04
Ilmu Budaya Dasar
TANGKUBAN PERAHU
Alkisah, tinggalah seorang raja yang bernama Prabu
Sungging. Suatu hari raja membuang air seni pada sebuah daun, dan air seni
tersebut diminum oleh seekor babi yang bernama Wayungyang. Dan kemudian babi
tersebut mengandung anak dari sang raja. Beberapa bulan kemudian lahirlah
seorang putri cantik dari rahim babi tersebut. Dan ditemukan oleh sang raja,
kemudian diberi nama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis cantik,
dia senang menenun. Suatu hari gulungan benangnya terjatuh, dan Dayang Sumbi
membuat janji, apabila yang menemukan perempuan maka akan dijadikan saudara,
dan apabila yang menemukan adalah laki-laki maka akan dijadikan suami. Ternyata
yang menemukan gulungan kain itu adalah seekor anjing jantan, dan akhirnya
Dayang Sumbi memenuhi janjinya, dan menikahi anjing jantan tersebut. Ternyata anjing
tersebut menjelma menjadi seorang pemuda tampan yang bernama Tumang, dan
akhirnya mereka menikah. Mereka dikaruniai seorang putra tampan yang di beri
nama Sangkuriang.
Suatu hari Sangkuriang berburu dengan Tumang, tapi
karena kesal tidak dapat buruan, Sangkuriang menyuruh Tumang yang mengejar
rusa. Tumang diam saja, dan akhirnya Sangkuriang tak sengaja melepaskan anak
panahnya ke kepala Tumang dan Tumang pun mati seketika. Kemudian Sangkuriang
mengambil hati Tumang dan memberikannya kepada ibunya. Dayang Sumbi murka saat
tahu Sangkuriang membunuh ayahnya, kemudian dia memukul kepala anaknya hingga
berdarah. Sangkuriang melarikan diri dan merantau dihutan
20 tahun kemudian mereka bertemu dan jatuh cinta,
karena Dayang Sumbi tetap awet muda, maka Sangkuriang tak mengenali bahwa dia
adalah ibunya. Dayang Sumbi sadar bahwa Sangkuriang adalah anaknya, dan
berusaha menghentikan pernikahan dengan mengajukan 2 syarat, yaitu agar
sangkuriang membuat danau dan perahu dalam 1 malam. Sangkuriang menyanggupinya,
dan ketika semuanya hampir selesai, Dayang Sumbi memperdayai Sangkuriang dengan
menggelar kain merah hasil tenunannya di timur agar langit terlihat seolah
seperti pagi hari. Sangkuriang tahu telah diperdayai dan akhirnya menjebol
bendungan yang dia buat dan menendang perahunya hingga terbalik di gunung.
Nilai
yang di dapat dari cerita ini :
1. Nilai Kesenangan
Dari cerita ini pembaca dapat mendapat kesenangan
tersendiri bagi para pembaca, pembaca dapat merasakan emosi yang digambarkan penulis.
2. Nilai Informasi
Dari kisah ini pembaca dapat memahami informasi dari
detail penulisan cerita, seperti pada penjelasan penggambaran kejadian
terjadinya peristiwa tangkuban perahu.
3. Nilai Warisan Budaya
Nilai warisan budaya yang di dapat dari kisah ini
adalah tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Jawa Barat.
4. Nilai Keseimbangan Wawasan
Dari cerita ini dapat kita petik nilai keseimbangan
wawasan bagaimana menjaga diri agar tidak menjadi orang yang keras kepala. Karena akibatnya tidak baik untuk kita
sendiri.
Sumber Cerita :
Senin, 23 Maret 2015
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN BUDAYA
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10314190
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia dan kebudayaan merupakan
dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia
ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam
ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau
selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu
ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri
(sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk
yang berbudaya dan lain sebagainya.
Manusia seperti yang kita tahu,
sangat erat kaitannya dengan arti kebudayaan. Kebudayaan itu ibaratnya seperti
ciri khas dari manusia yang menggunakan kebudayaan tersebut. Banyak sekali
kebudayaan di negara Indonesia tercinta kita ini, salah satunya adalah seperti
kebudayaan Jawa, dan masih banyak lagi.
Hakikat manusia dalam melestarikan
dan menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh
kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan
tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir
ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita ini
telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ya, itu
benar. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang sangat kencang sehingga
banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam negara
kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit ‘terpengaruh’ oleh kebudayaan
luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan kelalaian masyarakat sekarang
yang tidak mampu menjaga keaslian budaya itu merupakan warisan dari nenek moyang
kita terdahulu.
Tapi ini sudah terlambat untuk
diatasi. Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang sangat
kencang, seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak
mempersiapkan pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka
mulai mengikuti arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini
dibiarkan terus maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Tidakkah
kita berpikir, bagaimana dengan anak cucu kita kelak yang akan mewariskan kebudayaan
kita, sedangkan kebudayaannya itu sudah ‘tercemar’ oleh kebudayaan asing atau
luar? Apakah mereka akan bangga dengan kebudayaannya itu? Sungguh ironis
memang.
Jadi kesimpulan dari uraian di
atas adalah kaitan manusia dan kebudayaan sangatlah erat, sebab kebudayaan
timbul karena hasil karya cipta dan karsa dari manusia itu sendiri. Dengan
kebudayaan dapat mengatur kehidupan manusia untuk hidup bersosialisasi dengan
manusia lain di sekitarnya. Dan kebudayaan dapat hilang karena masuknya budaya
lain. Oleh sebab itu, banyak suku lain menolak kebudayaan dari luar di
khawatirkan akan merusak kebudayaan yang mereka anut sejak jaman dahulu.
Senin, 16 Maret 2015
PENTING NGGAK YA HAKEKAT MANUSIA ITU ??
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10314190
ILMU BUDAYA DASAR
Di antara makhluk ciptaan Tuhan
yang lain manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia
menciptkan kebudayaan yang berbeda-beda disetiap kalangannya, dan
melestarikannya secara turun temurun. Manusia disebut sebagai makhluk Tuhan yang
paling sempurna karena manusia mempunyai akal budi yang diberikan oleh Tuhan
agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, juga mampu
untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi pemimpin di muka
bumi ini.
Manusia adalah makhluk yg
sadar.Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia
memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari
pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Hakekat
adalah Hakikat (Haqiqat) adalah kata benda yang berarti kebenaran atau yang
benar-benar ada. Kata ini berasal dari kata pokok hak (al-Haq), yang berarti
milik (kepunyaan) atau benar (kebenaran).
Sebelum kita mengenal lebih jauh
tentang hakekat manusia kita harus tau apa itu hakekat manusia.hakekat manusia
adalah makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.Lalu seberapa penting hakekat manusia
yang berpengaruh dalam kehidupan sehari hari.Sangat penting karena hakekat
manusia berguna sebagai tolak ukur untuk kita bagaimana kita harus saling
menghormati, maenyayangi, melindugi serta mengasihi.Kita hidup di dunia ini
saling berdampingan satu sama lain dengan mahluk yang ada di dunia terutama
manusia.
Selain itu juga manusia juga
disebut sebagai “makhluk sosial” yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri
melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain.
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia
dengan segala isi yang ada di dunia ini.
Semua orang memiliki kebudayaannya
masing-masing dan berbeda-beda.Sopan santun adalah bagian dari ilmu budaya
dasar yang umum dilakukan oleh semua orang didalam kehidupan.Ilmu budaya dasar
adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan yang memiliki nilai-nilai
yang bersifat positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh karena itu sangat penting
hakekat manusia untuk kehidupan sehari hari,bila kita mengerti atau tahu
hakekat manusia mungkin kita tidak akan bisa hidup berdampingan satu sama lain.
Bisa dibilang kita akan memiliki sifat yang egois mementingkan diri sendiri
tanpa memikirkan kepentingan orang lain.
Senin, 09 Maret 2015
Mengapa harus belajar IBD ?
Ade Prayogy Wicaksono
1TA04
10314190
ILMU BUDAYA DASAR
Mengapa harus belajar IBD ?
Sebelum kita membahas Ilmu Budaya
Dasar ada baiknya penulis mendeskripsikan apa itu budaya, kata budaya berasal
dari bahasa sansekerta budha yang berarti akal, kemudian menjadi budhi (tunggal)
atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan berartis ebagian pemikiran atau
akal manusia. Tapi kita dapat menyimpulkan budaya adalah kumpulan pemikiran
atau akal masyarakat yang jadi satu atau di dikumpulkan tapi berbeda beda .
Setalah
itu kita bisa tau apa itu ilmu budaya dasar,ilmu budaya dasar adalah
pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah
manusia dan kebudayaan.Ini ada beberapa pengertian Ilmu Budaya Dasar para tokoh
yang saya tahu :
a. Ki hajar Dewantara
Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara bererti buah budi
manusia hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat yakni alam dan
zaman (kodrat an masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupanya
guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib
dan damai.
b. Sultan Takdir Alisyahbana
Sultan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah
menfestasi dari cara berfikir, sehingga menurutnya pola kebudyaan itu sangat
kuat sebab semua laku dan perbuatan mencangkup di dalamnya dan dapat di
ungkapkan pada basis dan cara berfikir, termasuk di dalam perasaan karena
perasaan juga juga maksud dari pemikiran.
c. Malinowski
Malinowski menyebutkan bahwa kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan pada berbagai
sistem kebudayaan manusia. Tiap tingkatan kebutuhan itu menhadirkan corak
budaya yang khas. Misalnya, guna memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatan, maka
timbul kebudayaan yang berupa perlindungan, yakni seperti lambaga
kemasyarakatan.
d. C.A van Peursen
C.A van Peursen mengatakan bahwa kehidupan dewasa ini
kebudayaan di artikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan
suatu kelompok manusia. Berlainan dengan hewan, manusia tidak dapat begitusaja
hidupdi tengah alam. Oleh karena itu, untuk dapat hidup, manusia harus mengubah
segala sesuatu yang telah di sediakan oleh alam, beras agar dapat di nikmati
harus di ubah menjadi nasi.
e.
Budi Juliardi
Ilmu budaya dasar merupakan suatu disiplin ilmu yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
f.
Joko Tri Prasetya
Suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan
dan budaya, dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari dan
telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong
dalam Pengetahuan Budaya..
a. Kita mempelajari ilmu budaya dasar kita bisa tahu ada
tujuannya,tujuannya adalah
a. b. Mengusahakan kepekaan kita terhadap kebudayaan
b. c. Menambah wawasan tentang kebudayaan
c. d. Mempermudah kita untuk menjadi calon pemimpin Negara
karena mempelajari ilmu budaya dasar
d.
e. Untuk alat komunikasi antar masyarakat yaitu
bahasa
Setelah itu dapat saya simpulkan mengapa kita harus mempelajari
ilmu budaya dasar Karena kita adalah seorang
mahasiswa. Mahasiswa adalah Pemuda. Biasanya pemudalah yang memiliki cara pandang
yang masih idealis dan kritis sehingga mampu menanggapi segala persoalan dan
masalah budaya dengan cara berpikir yang lebih intelektual. Sehingga mahasiswa
tersebut tidak berada didalam suatu lingkungan sempit untuk kepentingan profesi
mereka saja, akan tetapi mahasiswa bisa lebih peka terhadap kedisiplinan
kebudayaan yang tertanam dalam bangsa yang menyangkut tidak hanya untuk
kepentingan dirinya saja, tetapi juga untuk orang lain.
Daftar Pustaka
Widyosiswoyo,S. (1992). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: GHALIA
INDONESIA
M. Soelaeman, M. (1990). ILMU BUDAYA DASAR, suatu pengantar.
Bandung : ERESCO BANDUNG
Juliardi, Budi. 2014. Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Padang: Alfabeta
Prasetya, Joko Tri. 2013. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta:
Rineka Cipta
Kamis, 08 Januari 2015
PENGERTIAN MASYARAKAT KOTA DAN MASYARAKAT DESA
PENGERTIAN MASYARAKAT KOTA DAN MASYARAKAT DESA
Pengertian masyarakat kota
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community.
Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta
cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Pengertian masyarakat perkotaan menurut para ahli :
1. Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan
permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
2. Max Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi
sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal
3. Dwigth
Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau
lebih. Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri
mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan
komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Pengertian masyarakat desa
1. Sutardjo
Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut:
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal
suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
2. Menurut
Bintaro,
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial,
ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam
hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
3. Sedang menurut
Paul H. Landis
Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa.
Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) Mempunyai
pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang
kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara
berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam
seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan
alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Perbedaan dan ciri-ciri antara desa dan kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat
pedesaan(rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut
Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan
pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun
kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat
kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya
sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses
sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula.
Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat
menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan
kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme
Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan
kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang
lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat
pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem
kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan
ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan
kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan
penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian,
walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula,
akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di
samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja .
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya
memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka
apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa
di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu
seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.
Mengapa saat ini warga desa yang sebagian besar petani kini
tak ingin lagi bekerja sebagai petani ?
Faktor penyebab yang paling berpengaruh yaitu kondisi
perekonomian indonesia yang mulai memburuk mulai pada tahun 1997, krisis
ekonomi itu jugalah yang membuat kondisi ketenaga kerjaan di indonesia ikut
memburuk. Setelah terjadinya krisis moneter pada tahun 1997 dan 1998,
perekonomian di indonesia tidak pernah mencapai angka pertumbuhan 7 atau
delapan persen. Sehingga tujuan masyarakat mengalami transformasi mata
pencaharian dari petani ke buruh pabrik adalah untuk memperbaiki taraf ekonomi
keluarga para petani yang relative kurang dari kecukupan.
Adanya perkembangan modernisasi juga mempengaruhi penyebab
transformasi. Semakin luas pengetahuan masyarakat semakin lebar pula
keinginan-keinginan untuk mencoba hal-hal baru yang lebih berteknologi. Dimana
teknologi tersebut sudah mempengaruhi masyarakat untuk terjun dalam bidang
indutri dan melalaikan pekerjaan petani.
Faktor lain adalah bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan
semakin banyaknya penduduk sehingga banyak penduduk yang mencari pekerjaan.
Dahulu mereka masih mau menjadi buruh tani tapi karena pengarih modernisasi,
dengan dibangunnya pabrik-pabrik yang
memiliki teknologi baru. Mereka merasa bahwa menemukan penemuan atau hal-hal
yang baru. Sehingga mereka tertarik akan bekerja sebagai buruh pabrik di
kota-kota besar. Karena selain fasilitas memadai juga karena gaji yang
memungkinkan untuk bisa meningkatkan taraf kemiskinan
PELAPISAN SOSIAL
PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial merupakan gejala alami yang dapat Anda
jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya merupakan konsikuensi logis
dari beberapa faktor yang selalau ada dalam kehidupan manusia, yaitu berkaitan
dengan keturunan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, dan sebagainya. Dari faktor
keturunan Anda mengetahui adanya golongan yang berpendidikan rendah, menengah,
dan tinggi. Dari faktor pekerjaan Anda mengetahui adanya kelompok petani,
pedagang, pemusik, pengamen, pemulung, dan sebagainya. Dari faktor kekayaan
Anda mengetahui adanya golongan miskin, menengah, dan kaya.
Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A.
Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke
dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya
lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada
lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.
P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut
stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran
akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan.
Penyebab terjadinya
pelapisan sosial yang sangat kentara di Indonesia adalah karena setiap
masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai, dapat berupa kekayaan, kepandaian,
kekuasaan/kewenangan dan kehormatan. Dengan memiliki hal hal tersebut mereka
mempunyai kedudukan dan lapisan yang tinggi dan dapat dibilang mempermudah
segalanya. Namun bagi mereka yang hanya
mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali hal hal tersebut, maka
mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah.
Beberapa yang menyebabkan terjadinya pelapisan sosial adalah
sebagai berikut.
1. Ukuran
kekayaan. Seseorang yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan
teratas. Kekayaan tersebut dapat dilihat melalui ukuran rumah, mobil pribadi,
cara berpakaian, dsb.
2. Ukuran
kekuasaan. Seseorang yang memiliki wewenang terbesar menempati lapisan paling
atas. Misalnya saja presiden, menteri, pemerintah provinsi, pemerintah
kabupaten, hingga ketua RT.
3. Ukuran
kehormatan. Orang yang paling disegani dan dihormati biasanya mendapatkan
tempat paling tinggi. Ukuran ini banyak dijumpai pada pada masyarakat
tradisional. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa.
4. Ukuran ilmu
pengetahuan. Seseorang yang memiliki derajat pendidikan yang tinggi menempati
posisi teratas dalam masyarakat. Misalnya, seorang sarjana lebih tinggi
tingkatannya daripada seorang lulusan SMA. Akan tetapi, ukuran tersebut kadang
menyebabkan terjadinya efek negatif karena ternyata bukan mutu ilmu
pengetahuannya yang menjadi ukuran, melainkan ukuran gelar kesarjanaannya.
Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif.
Contoh pelapisan sosial di sekitar kita.
Salah satu contoh pelapisan sosial di sekitar kita yang
begitu mencuri perhatian kita adalah sel tahanan / penjara bagi warga
indonesia. Sel tahanan / penjara di indonesia ada yang di beda bedakan seperti
sel tahanan / penjara untuk warga biasa dengan sel tahanan / penjara untuk orang
yang memiliki kedudukan dan lapisan yang tinggi. Mereka yang memiliki kedudukan
dan lapisan yang tinggi mendapatkan sel tahanan / penjara yang sangat mewah di
bandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki kedudukan / memiliki lapisan
sosial yang rendah. Seperti sel tahanan / penjara yang di tinggal oleh salah
satu koruptor artalyta suryani yang terjerat kasus suap, dia mendapatkan sel
tahanan/ penjara yang sangat mewah.